Powered By Blogger

Senin, 14 Oktober 2013

Program dan Materi Penyuluhan Pertanian

Penyuluh pertanian pada dasarnya sebagai aparat atau agen yang membangun pertanian, pendidik/penasehat yang mengabdi untuk kepentingan para petani, nelayan beserta keluarganya dengan memberikan motivasi, bimbingan dan mendorong para petani-nelayan mengembangkan swadaya dan kemandiriannya dalam berusaha tani yang lebih menguntungkan menuju kehidupan yang lebih bahagia dan sejahtera, untuk itu seorang penyuluh pertanian dituntut untuk dapat mengembangkan program dan materinya dalam melaksanakan penyuluhan agar kinerja penyuluh lebih maksimal

Pelaksanaan penyuluhan pertanian dilakukan harus sesuai dengan program penyuluhan pertanian. Program penyuluhan pertanian dimaksudkan untuk memberikan arahan, pedoman, dan sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyelenggaraan penyuluhan pertanian, Program penyuluhan pertanian terdiri dari program penyuluhan pertanian desa, program penyuluhan pertanian kecamatan, program penyuluhan pertanian kabupaten/kota, program penyuluhan pertanian propinsi dan program penyuluhan pertanian nasional. (Undang-undang No 16 Tahun 2006).



Secara umum pada pasal 22 ayat (1) dan (2) Undang-Undang No 16 Tahun 2006 tentang SP3K menyatakan; (1) program penyuluhan pertanian disusun setiap tahun memuat rencana penyuluhan pertanian yang mencakup pengorganisasian dan pengelolaan sumberdaya untuk memfasilitasi kegiatan penyuluhan pertanian dan ayat (2) ; Program penyuluhan pertanian sebagaimana dimaksud ayat (1) harus terukur, realistis, demokratis, dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaannya penyuluh pertanian dilakukan dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan melalui mekanisme kerja dan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi petani dan pelaku usaha pertanian.
Pada perinsipnya materi penyuluhan pertanian harus dibuat berdasarkan kebutuhan dan kepentingan petani dan pelaku usaha pertanian lainya dengan memperhatikan pemanfaatan dan pelestarian sumberdaya pertanian, Menurut Undang-undang No 16 Tahun 2006 tentang  SP3K pada pasal 26, tentang materi penyuluhan pertanian harus:
-          Meteri penyuluhan pertanian yang akan disampaikan kepada petani dan pelaku usaha pertanian lainya harus diverifikasi terlebih dahulu oleh instansi yang berwenang di bidang penyuluhan pertanian
-          Verifikasi materi penyuluhan pertanian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kerugian sosial, ekonomi, lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.
-          Meteri penyuluhan pertanian yang belum diverifikasi dilarang untuk disampaikan kepada petani dan pelaku usaha pertanian lainya.

Fase verifikasi dan implementasi merupakan tahap terakhir  dimana lembaga pembinaan masyarakat  beserta aparatnya memikul tanggung jawab terbesar  dalam sosialisasi dan model penerapannya (Suradisastra, 2008).
Dalam melaksanakan profesi penyuluhan pertanian, para penyuluh dapat memberikan suatu materi yang dapat mendorong peningkatan produktifitas dan efesiensi para petani, penciptaan teknologi dan pengembangan infrastruktur (fisik dan kelembagaan), untuk itu perlu adanya partisipasi petani dan semua pihak untuk meningkatkan produktifitas.

Penyuluh lapangan sebagai ujung tombak pemberdayaan memegang posisi kunci  dalam menghimpun, merangkum, menyaring dan menganalisis situasi sosial teknis petani setempat.  Pada saat yang sama lembaga-lembaga sektor merancang model dan kegiatan pemberdayaan dengan input dari seluruh stakeholder. Fase ini juga memberikan kesempatan untuk menggali lebih dalam peluang pemanfaatan entry-point dalam memperlancar proses pemberdayaan (Suradisastra, 2008).

Syahyuti (2006), mengemukakan partisipasi diperlukan untuk menjamin keberlanjutan pembangunan, karena pembangunan berkelanjutan sangat tergantung pada proses sosial. Mengacu pada tiga aspek masyarakat yaitu sosial, ekonomi, dan lingkungan harus diintegrasikan di mana individu dan lembaga saling berperan agar terjadi suatu perubahan, partisipasi telah diterima sebagai alat yang esensial. Partisipasi juga dapat diartikan sebagai keikutsertaan dalam sesuatu yang ditawarkan, dalam hal ini tindakan petani untuk berpartisipasi yang tidak lepas dari kemampuan diri serta perhitungan untung rugi. Dalam keadaan sewajarnya, petani tidak akan melakukan hal-hal di luar kemampuannya atau yang merugikan dirinya, kemampuan petani berkaitan dengan situasi lingkungan serta keadaan yang melekat pada dirinya (Warsito, 1977). Oleh karena itu kemampuan dan kemauan petani mengadopsi teknologi budi daya anjuran merupakan syarat mutlak tercapainya upaya pengembangan pertanian di suatu daerah.

Beberapa komponen pokok yang perlu mendapat perhatian dalam pelaksanaan pembangunan pertanian adalah pemerintah, organisasi non pemerintah, sektor swasta dan petani.  Pemerintah berperan sebagai perencana sekaligus pelaksana.  Peran organisasi non pemerintah (LSM) tidak kalah pentingnya dalam kontek mikrospesifik lokasi.  Peran swasta sangat strategis terutama dalam penyediaan barang, jasa, modal dan pemasaran.  Peran petani adalah sebagai pelaku utama dan sekaligus sebagai penerima manfaat (Supandi, 2008).

PERENCANAAN STRATEGIS LAHAN PERTANIAN DALAM MENGATASI KRISIS PANGAN

Masalah pangan sudah menjadi hal dasar dalam kebutuhan kelangsungan hidup. Banyak faktor yang membuat masalah pangan menjadi penting dalam kelangsungan hidup. Kemakmuran rakyat misalnya bisa digolongkan menjadi bangsa yang kaya akan pertanian, serta menjadi aset global dalam penyedian kebutuhan pangan. Kebijakan pemerintah dalam mengatasi pertanian sudah seharusnya lebih menfokuskan masalah ini dalam mengatasi krisis pangan.

Secara geografis negara Indonesai berada diiklim tropis serta dilalui garis khatulistiwa sehingga membuat negara ini lebih strategis cocok akan lahan pertanian. Selain itu kondisi wilayah yang luas menjadi dukungan yang sangat besar menjadi pengahasil pangan global. Tetapi kenyataannya sangat jauh dari harapan. Kebutuhan pangan dari tahun ke tahun sangat tidak seimbang untuk memenuhi kebutuhan pagan penduduk Indonesia mencapai 255.587.718 jiwa, serta garis kemiskinan dan pertambahan penduduk yang tidak seimbang menjadi tolok ukur dalam keberhasilan penyediaan pangan global. Sehinnga bisa dikatakan negara kita masih lemah dalam mengatasi masalah pangan di Indonesia.

Kondisi hasil produksi pangan yang tidak seimbang membuat kita lebih bekerja ekstra mengatasi masalah ini. Terutama langkah-langkah strategis jangka panjang maupun jangka pendek. Salah satu cara yang tepat dalam masalah ini adalah dengan mengatur perencanaan lahan pertanian secara konstruktif. Ketersediaan lahan pertanian di Indonesia masih belum terkoordinasi dengan baik, terutama penyediaan data lahan pertanian berbasis SIG (Sistem Informasi Geospasial). Hal ini akan membuat kita dalam pengelolan kawasan pertanian terkoordinasi dengan baik dan berkelanjutan.

Pembagian kawasan pertanian di Indonesia sangat penting untuk meningkakan hasil pangan. Melihat kondisi daerah topografi wilayah tertentu terutama dalam skala nasional. Pertambahan penduduk menuntut penggunahan lahan semakin besar, baik sektor industri maupun sarana infrastruktur. Hal ini tentu akan mengancam lahan pertanian akan semakin sempit. Selain itu juga penempatan pembagian kawasan pemukiman, kawasan industri, kawasan pertanian masih tidak sesuai dengan RTRW (Rencana Tataa Ruang Wilayah) sesuai dengan kebutuhan. Penempatan kawasan tersebut akan saling mempengaruhi tingkat produktivitasnya. Contohnya banjir yang melanda sawah para petani tentu membuat hasil produksi padi menjadi sedikit, peralihan produksi pertanian menjadi berkurang seiring perkembangan globalisasi, serta pengolahan dan penyediaan pertanian yang tidak menyeluruh baik penyediaan pupuk maupun sarana prasarana penunjang produksi pertanian terutama dikawasan terpencil. Hal ini dikarenakan tidak adanya sistem yang terintegrasi yang sama antara kawasan industri maupun infrastruktur terhadap pertanian.

Perencanaan lahan pertanian berbasis SIG (Sistem Informasi Geospasial) bidang pertanian merupakan metode yang efektif dalam pengambilan keputusan pengelolaan lahan pertanian. Tetapi penyediaan data berbasis SIG (Sistem Informasi Geospasial) di Indonesia belum diterapakan secara penuh khususnya skala nasional. Teknologi penginderaan jauh dengan memanfaatkan citra satelit sangat mendukung penyediaan data berbasis SIG dalam menentukan kawasan-kawasan yang menjadi “Spot Heigt” penyediaan lahan pertanian. Karena SIG sendiri mencakup dasar-dasar lahan, kondisi topografi, serta informasi pendukung lahan tersebut. Metode ini menjadi sangat mudah dalam mengevaluasi produktivitas lahan. Sehingga kekurangan hasil produksi serta pengelolaan lahan pertanian tersebut bisa direncanakan dan bisa menargetkan hasil produksi sesuai jangka waktu tertentu.

Evaluasi lahan pertanian sangat penting untuk melihat perkembangan lahan pertanian. Demi tercapainya keseimbangan lahan pertanian di Indonesia, proses pengevaluasian dilakukan dengan analisis informasi spasial dan diterapkan diseluruh kabupaten tiap-tiap provinsi. Karena pemerintah kabupaten merupakan pelaksana teknis dengan mengatur otonomi daerahnya khususnya bidang pertanian. Pengevaluasian lahan tersebut dengan membandingkan luasan tutupan lahan dari tahun ketahun bisa diketahui apakah luasan tutupan lahan pertanian tersebut meningkat atau menurun. Peningkatan atau penurunan tutupan lahan akan menentukan produktivitas hasil pertanian meningkat atau menurun. Jika luasan tutupan lahan suatu wilayah meningkat tentu saja hasil produktivitasnya juga meningkat, tetapi jika menurun bisa disimpulkan proses pengelolaan pemerintah yang kurang bijaksana. Jika luasan tutupan lahan menurun tentu saja produksi pertanian akan sedikit. 

Pengelolaan lahan pertanian tidak akan maksimal tanpa adanya Sumber Daya Manusia yang memilki keterampilan dan pengetahuan yang lebih dalam masalah pertanian. Penggunaan peralatan pertanian berbasis teknologi perlu dukungan dari pihak industri. Penyediaan pupuk yang terjangkau serta pengendalian bencana dan perbaikan sarana infrastruktur akan mendukung produktivitas yang maksimal.Pertumbuhan penduduk Indonesia semakin pesat membuat kebutuhan pangan semakin meningkat. Salah satu cara mengatasi masalah pangan tersebut adalah memiliki perecanaan yang strategis terhadap lahan pertanian. Pemanfaatan data berbasis SIG (Sistem Informasi Spasial) merupakan metode yang efektif dalam mengatasi masalah pangan. Dukungan dari berbagai pihak terutama pemerintah berperan penting dalam masalah ini. Pengawasan ditingkat kabupaten sampai nasional diharapkan bisa terealisasikan dengan memperhatikan pengevaluasian data lahan pertanian. Perencanaan lahan pertanian diharapkan produktivitas hasil pertanian bisa ditingkatkan dan mimpi Indonesia mengatasi masalah krisis pangan akan teratasi bahkan menjadi pemasok pangan secara global.

Kamis, 10 Oktober 2013

Penertian dan Macam Macam Pupuk Organik dan Anorganik

PENGERTIAN PUPUK
Dalam arti luas yang dimaksud pupuk ialah suatu bahan yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia atau biologi tanah sehingga menjadi lebih baik bagi pertumbuhan tanaman.
Dalam pengertian yang khusus pupuk ialah suatu bahan yamg mengandung satu atau lebih  hara tanaman.


PENGERTIAN PUPUK SECARA LAIN 
PUPUK adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Material pupuk dapat berupa bahan organik ataupun non-organik (mineral). Pupuk berbeda dari suplemen tambahan. Pupuk mengandung bahan baku pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sementara suplemen seperti hormontumbuhan membantu kelancaran proses metabolisme. Ke dalam pupuk, khususnya pupuk buatan, dapat ditambahkan sejumlah material suplemen.

Dalam pemberian pupuk perlu diperhatikan kebutuhan tumbuhan tersebut, agar tumbuhan tidak mendapat terkaku banyak zat makanan. Terlalu sedikit atau terlalu banyan zat makanan dapat berbahaya bagi tumbuhan. Pupuk dapat diberikan lewat tanah ataupun disemprotkan ke daun.



KATEGORI PUPUK

Pupuk dapat dibedakan berdasarkan bahan asal, senyawa, fasa, cara penggunaan, reaksi fisiologi, jumlah dan macam hara yang dikandungnya.
Berdasarkan asalnya dibedakan : 
  1. Pupuk alam ialah pupuk yang terdapat di alam atau dibuat dengan bahan alam tanpa proses yang berarti. Misalnya : pupuk kompos, guano, pupuk hijau dan pupuk batuan P.
  2. Pupuk buatan ialah pupuk yang dibuat oleh pabrik. Misalnya TSP, urea, rustika dan nitrophoska. Pupuk ini dibuat oleh pabrik dengan mengubah sumber daya alam melalui proses fisika dan / atau kimia.

Berdasarkan senyawanya dibedakan : 
  1. Pupuk organik ialah pupuk yang berupa senyawa organik. Kebanyakan pupuk alam tergolong pupuk organik ( pupuk kandang, kompos, guano ). Pupuk alam yang tidak termasuk pupuk organik misalnya rock phosphat, umumnya berasal dari batuan sejenis apatit [ Ca3(PO4)2].
  2. Pupuk anorganik atau mineral merupakan pupuk dari senyawa anorganik. Hampir semua pupuk buatan tergolong pupuk anorganik.

Berdasarkan fasa-nya dibedakan :
  1. Pupuk padat. Pupuk padat umumnya mempunyai kelarutan yang beragam mulai yang mudah larut air sampai yang sukar larut.
  2. Pupuk cair. Pupuk ini berupa cairan, cara penggunaannya dilarutkan dulu dengan air. Umumnya pupuk ini disemprotkan ke daun. Karena mengandung banyak hara, baik makro maupun mikro, harganya relatif mahal. Pupuk amoniak cair merupakan pupuk cair yang kadar N nya sangat tinggi sekitar 83%, penggunaannya dapat lewat tanah (injeksikan).

Berdasarkan cara penggunaannya dibedakan : 
  1. Pupuk daun ialah pupuk yang cara pemupukan dilarutkan dalam air dan disemprotkan pada permukaan daun.
  2. Pupuk aksr atau pupuk tanah ialah pupuk yang diberikan ke dalam tanah disekitar akar agar diserap oleh akar tanaman.

Berdasarkan reaksi fisiologisnya dibedakan : 
  1. Pupuk yang mempunyai reaksi fisiologisnya masam artinya bila pupuk tersebut diberikan ke dalam tanah ada kecenderungan tanah menjadi lebih masam (pH menjadi lebih rendah). Misalnya Za dan urea.
  2. Pupuk yang mempunyai reaksi fisiologis basis ialah pupuk yang bila diberikan ke dalam tanah menyebabkan pH tanah cenderung naik misalnya: pupuk chili salpeter, calnitro, kalsium sianida.


Berdasarkan jumlah hara yang dikandungnya dibedakan : 
  1. Pupuk yang hanya mengandung satu hara tanaman saja. Misalnya : urea hanya mengandung hara N, TSP hanya dipentingkan P saja (sebetulnya mengandung Ca).
  2. Pupuk majemuk ialah pupuk yang mengandung dua atau lebih dua hara tanaman. Contohnya: NPK, amophoska, Nitrophoska dan rustika.

Berdasarkan macam hara tanaman dibedakan :
  1. Pupuk makro ialah pupuk yang mengandung hanya hara makro saja : NPK, nitrophoska, gandasil.
  2. Pupuk mikro ialah pupuk yang hanya mengandung hara mikro saja misalnya: mikrovet, mikroplet, metalik.
  3. Campuran makro dan mikro misalnya pupuk gandasil, bayfolan, rustika. Sering juga ke dalam pupuk campur makro dan mikro ditambahkan juga zat pengatur tumbuh (hormon tumbuh).


Macam macam pupuk organik 

1.    PUPUK HIJAU
Pupuk hijau terbuat dari tanaman atau komponen tanaman yang dibenamkan ke dalam tanah. Jenis tanaman yang banyak digunakan adalah dari familia Leguminoceae atau kacang-kacangan dan jenis rumput-rumputan (rumput gajah). Jenis tersebut dapat menghasilkan bahan organik lebih banyak, daya serap haranya lebih besar dan mempunyai bintil akar yang membantu mengikat nitrogen dari udara.

Keuntungan penggunaan pupuk hijau antara lain:
  1. Mampu memperbaiki struktur dan tekstur tanah serta infiltrasi air
  2. Mencegah adanya erosi
  3. Dapat membantu mengendalikan hama dan penyakit yang berasal dari tanah dan gulma jika ditanam pada waktu tanah bero
  4. Sangat bermanfaat pada daerah-daerah yang sulit dijangkau untuk suplai pupuk inorganik

Namun pupuk hijau juga memiliki kekurangan yaitu:

Tanaman hijau dapat sebagai kendala dalam waktu, tenaga, lahan, dan air pada pola tanam yang menggunakan rotasi dengan tanaman legume dapat mengundang hama ataupun penyakit dapat menimbulkan persaingan dengan tanaman pokok dalam hal tempa, air dan hara pada pola pertanaman tumpang sari

2.    PUPUK KOMPOS
Pupuk kompos merupakan bahan-bahan organik yang telah mengalami pelapukan, seperti jerami, alang-alang, sekam padi, dan lain-lain termasuk kotoran hewan. Sebenarnya pupuk hijau dan seresah dapat dikatakan sebagai pupuk kompos. Tetapi sekarang sudah banyak spesifisikasi mengenai kompos.
Biasanya orang lebih suka menggunakan limbah atau sampah domestik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan bahan yang dapat diperbaharui yang tidak tercampur logam dan plastik. Hal ini juga diharapkan dapat menanggulangi adanya timbunan sampah yang menggunung serta mengurangi polusi dan pencemaran di perkotaan.

3.    PUPUK KANDANG
Para petani terbiasa membuat dan menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk karena murah, mudah pengerjaannya, begitu pula pengaruhnya terhadap tanaman. Penggunaan pupuk ini merupakan manifestasi penggabungan pertanian dan peternakan yang sekaligus merupakan syarat mutlak bagi konsep pertanian. Pupuk kandang mempunyai keuntungan sifat yang lebih baik daripada pupuk organik lainnya apalagi dari pupuk anorganik, yaitu pupuk kandang merupakan humus banyak mengandung unsur-unsur organik yang dibutuhkan di dalam tanah. Oleh karena itu dapat mempertahankan struktur tanah sehingga mudah diolah dan banyak mengandung oksigen. 

Penambahan pupuk kandang dapat meningkatkan kesuburan dan produksi pertanian. Hal ini disebabkan tanah lebih banyak menahan air sehingga unsur hara akan terlarut dan lebih mudah diserap oleh buluh akar. Sumber hara makro dan mikro dalam keadaan seimbang yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Unsur mikro yang tidak terdapat pada pupuk lainnya bisa disediakan oleh pupuk kandang, misalnya S, Mn, Co, Br, dan lain-lain. Pupuk kandang banyak mengandung mikroorganisme yang dapat membanru pembetukan humus di dalam tanah dan mensintesa senyawa tertentu yang berguna bagi tanaman, sehingga pupuk kandang merupakan suatu pupuk yang sangat diperlukan bagi tanah dan tanaman dan keberadaannya dalam tanah tidak dapat digantikan oleh pupuk lain.

4.    PUPUK SERESAH
Pupuk seresah merupakan suatu pemanfaatan limbah atau komponen tanaman yang sudah tidak terpakai. Misal jerami kering, bonggol jerami, rumput tebasan, tongkol jagung, dan lain-lain. Pupuk seresah sering disebut pupuk penutup tanah karena pemanfaatannya dapat secara langsung, yaitu ditutupkan pada permukaan tanah di sekitar tanaman (mulsa). Peranan pupuk ini diantaranya :
  • Dapat menjaga kelembaban tanah, mengurangi penguapan, penghematan pengairan
  • Mencegah erosi, permukaan tanah yang tertutup mulsa tidak mudah larut dan terbawa air
  • Menghambat adanya pencucian unsur hara oleh air dan aliran permukaan
  • Menjaga tekstur tanah tetap remah
  • Menghindari kontaminasi penyakit akibat percikan air hujan
  • Memperlancar kegiatan jasad renik tanah sehingga membantu menyuburkan tanah dan sumber humus.

5.    PUPUK CAIR
Pupuk organik bukan hanya berbentuk padat dapat berbentuk cair seperti pupuk anorganik. Pupuk cair sepertinya lebih mudah dimanfaatkan oleh tanaman karena unsur-unsur di dalamnya sudah terurai dan tidak dalam jumlah yang terlalu banyak sehingga manfaatnya lebih cepat terasa. Bahan baku pupuk cair dapat berasal dari pupuk padat dengan perlakuan perendaman. Setelah beberapa minggu dan melalui beberapa perlakuan, air rendaman sudah dapat digunakan sebagai pupuk cair.


Pupuk organik bukan hanya berbentuk padat dapat berbentuk cair seperti pupuk anorganik. Pupuk cair sepertinya lebih mudah dimanfaatkan oleh tanaman karena unsur-unsur di dalamnya sudah terurai dan tidak dalam jumlah yang terlalu banyak sehingga manfaatnya lebih cepat terasa. Bahan baku pupuk cair dapat berasal dari pupuk padat dengan perlakuan perendaman. Setelah beberapa minggu dan melalui beberapa perlakuan, air rendaman sudah dapat digunakan sebagai pupuk cair.



PUPUK  ANORGANIK
Secara umum ada dua jenis pupuk anorganik yang tersedia di pasaran :
1.    PUPUK TUNGGAL : Pupuk yang dibuat dari satu unsur secara dominan.
Contohnya : Urea yang mengandung N, TSP atau SP 36 dengan P, dan KCl atau ZK dengan unsur K yang dominan. 
2.    PUPUK MAJEMUK  : Pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur.
Contoh : pupuk DAP dan Amofos yang terbuat dari N dan P. Pupuk majemuk juga bisa tersusun dari 3 unsur. Sebut juga Rustika Yellow dan Mutiara. Kedua pupuk itu dilengkapi dengan kandungan N, P, dan K. Produsen pupuk biasanya juga menambahkan unsur-unsur mikro seperti Fe, B, Mo, Mn, dan Cu.

Agar praktis, pekebun biasanya memakai pupuk mejemuk. Umumnya di pasaran beredar pupuk dengan kandungan utama Nitrogen, fosfor, dan kalium dengan berbagai perbandingan. Besar kecilnya perbandingan itu dicantumkan di label kemasan. Tulisan 20;10;10 artinya kandungan nitrogen paling tinggi sehingga tepat digunakan untuk masa pertumbuhan.

VO2 Max itu apa?

*Penting Banget Buat Menambah Wawasan dan Bagi Anda yang Hanya Sekedar Ingin Tahu !

Dalam olahraga istilah VO2Max tentu bukanlah asing. Apa VO2Max itu? Kenapa atlet apabila di test VO2Max begitu takut untuk melakukan dan mengetahui hasilnya?.
VO2 max adalah volume maksimal O2 yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif. Volume O2 max ini adalah suatu tingkatan kemampuan tubuh yang dinyatakan dalam liter per menit atau milliliter/menit/kg berat badan.
Kita perlu ketahui juga faal dari tubuh manusia. Setiap sel membutuhkan oksigen untuk mengubah energi makanan menjadi ATP (Adenosine Triphosphate) yang siap pakai untuk kerja tiap sel yang paling sedikit mengkonsumsi oksigen adalah otot dalam keadaan istrahat. Sel otot yang berkontraksi membutuhkan banyak ATP. Akibatnya otot yang dipakai dalam latihan membutuhkan lebih banyak oksigen. Sel otot membutuhkan banyak oksigen dan menghasilkan CO2. Kebutuhan akan Oksigen dan menghasilkan CO2 dapat diukur melalui pernafasan kita.
Dengan mengukur jumlah oksigen yang dipakai selama latihan, kita mengetahui jumlah oksigen yang dipakai oleh otot yang bekerja. Makin tinggi jumlah otot yang dipakai maka makin tinggi pula intensitas kerja otot.
Tingkat Kebugaran dapat diukur dari volume Anda dalam mengkonsumsi oksigen saat latihan pada volume dan kapasitas maksimum. Kelelahan atlet yang dirasakan akan menyebabkan turunnya konsentrasi sehingga tanpa konsentrasi yang prima terhadap suatu permainan, sudah hampir dipastikan kegagalan yang akan diterima.
Cepat atau lambatnya kelelahan oleh seorang atlet dapat diperkirakan dari kapasitas aerobik atlet yang kurang baik. Kapasitas aerobik menunjukkan kapasitas maksimal oksigen yang dipergunakan oleh tubuh (VO2Max). Dan seperti kita tahu, oksigen merupakan bahan bakar tubuh kita. Oksigen dibutuhkan oleh otot dalam melakukan setiap aktivitas berat maupun ringan.
Dan semakin banyak oksigen yang diasup/diserap oleh tubuh menunjukkan semakin baik kinerja otot dalam bekerja sehingga zat sisa-sisa yang menyebabkan kelelahan jumlahnya akan semakin sedikit. VO2Max diukur dalam banyaknya oksigen dalam liter per menit (l/min) atau banyaknya oksigen dalam mililiter per berat badan dalam kilogram per menit (ml/kg/min). Tentu, semakin tinggi VO2 max, seorang atlet yang bersangkutan juga akan memiliki daya tahan dan stamina yang istimewa.
Sekalipun memiliki stamina yang istimewa, atlet tetap harus memiliki penguasaan teknik cabangnya dengan baik. Sebab, dengan teknik yang baik, sang atlet akan efisien dalam bertarung. Artinya, sekalipun lawannya memiliki stamina yang istimewa, tetapi teknik pas-pasan, atlet kita yang bakal menang.
Bagaimana mengukur VO2 max ?
Sebagai pertimbangan dalam mengukur VO2 max adalah tes harus diciptakan demikian rupa sehingga tekanan pada pasokan oksigen ke otot jantung harus berlangsung maksimal. Kegiatan fisik yang memenuhi criteria ini harus:
1. melibatkan minimal 50 % dari total masa otot. Aktivitas yang memenuhi criteria ini adalah lari, bersepeda, mendayung. Cara yang paling umum dilakukan dengan lari di Treadmill, yang bisa diatur kecepatan dari sudut inklinasinya
2. Lamanya tes harus menjamin terjadinya kerja jantung maksimal. Umumnya berlangsung 6 sampai 12 menit.
Salah satu alat ukur VO2Max adalah metode Cooper Test, metode ini cukup sederhana, tanpa biaya yang mahal dan akurasinya cukup wajar. Yakni atlet melakukan lari/jalan selama 12 menit pada lintasan lari sepanjang 400 meter. Setelah waktu habis jarak yang dicapai oleh atlet tersebut dicatat.
Rumus sederhana untuk mengetahui VO2Maxnya adalah : Jarak yang ditempuh dalam meter – 504.9) / 44.73.
Contoh : Budi melaksanakan Cooper Test dengan lari selama 12 menit, jarak yang dicapai (2600 meter – 504.9) dibagi 44.73 = 46.83881 mls/kg/min
Contoh lebih banyak dapat disimak dari halaman olahraga kompas sebagai berikut :
Pemain Baru Persebaya
Laporan Wartawan Kompas Ingki Rinaldi
SURABAYA, KOMPAS – Persebaya Surabaya sampai selasa (9/1) belum kedatangan pemain asing tambahan untuk mengikuti seleksi, selain striker asal Brasil, Jocimar, yang tiba sehari sebelumnya. “Jocimar sudah mulai ikut latihan sejak Selasa (9/1) pagi,” papar Pelatih Fisik Persebaya, Stefano “Teco” Cugurra mengenai penyerang yang merupakan bagian dari sejumlah pemain Brasil yang sebelumnya didatangkan PSSI untuk dinaturalisasi kewarganegaraannya guna dijadikan pemain tim nasional itu.
Sementara itu, kondisi fisik para pemain top di Persebaya saat ini ternyata sangat menyedihkan. Berdasarkan hasil cooper test yang dilakukan tercatat Mat Halil, Anang Ma’ruf, Bejo Sugiantoro, dan Mursyid Effendi berada di peringkat ke 13, 15, 16, dan 17 dari 23 pemain yang mengikuti tes tersebut.
Tes yang menggunakan metode berlari dalam jarak maksimal yang bisa ditempuh 12 menit itu juga mengukur kapasitas paru-paru menampung oksigen atau besaran VO2 Max.
Dari tes tersebut diketahui Mat Halil hanya mampu menempuh jarak 2,9 kilometer (km) dengan VO2 Max 53,4, diikuti Anang Ma’ruf yang berlari sejauh 2,88 km dengan VO2 Max 53. Padahal, standar yang setidanya dipenuhi untuk pemain di Indonesia adalah tercapainya jarak 3 km dari standar pemain di dunia internasional sejauh 3,2 km.
Bejo hanya mampu berlari sejauh 2,82 km dengan VO2 Max 51,7 atau turun dari tes terakhir pada 13 Agustus 2005 saat ia mampu berlari 2,855 km dengan VO2 Max 52,4. Sedangkan Mursyid Effendi berlari hanya 2,815 km serta VO2 Max 51,5 atau sama saja dengan kondisinya pada saat tes terakhir.
Pemain yang punya nilai tertingggi adalah mantan gelandang Persija, Marwal Iskandar, yang mampu berlari 3,25 km dengan VO2 Max 61,3. Hasil mengejutkan dibukukan striker gaek Reinald Pietersz yang ternyata mampu berlari sejauh 3,015 km dengan VO2 Max 56, atau setingkat di atas Uston Nawawi yang berada di urutan kedelapan dengan jarak lari 3,005 km dan VO2 Max 55,8.
Sedangkan jarak antara Marwal hingga Reinald hanya dua pemain seleksi yakni, gelandang bertahan lokal Yuski, eks bomber Persitara dari Kamerun Boumsong JP, serta pemain lokal Nurcholis dan Aulia Tri Hartanto, serta gelandang asal Uruguay, Roberto Lopez.
Kondisi ini ironis mengingat para pemain top yang selama ini dibanggakan sebagai ikon Persebaya itu juga menerima kontrak terbesar. Untuk musim lalu, Bejo dikontrak Rp 525 juta, diikuti Anang Ma’ruf yang dikontrak Rp 500 juta.
Dari tes itu juga diketahui, satu pemain seleksi atas nama Gustavo Chena berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Kemampuannya yang hanya berlari sejauh 2,795 km dengan VO2 Max 51,1 menempatkannya pada urutan terakhir tes tersebut di antara para pemain non kipper.
Padahal, Chena merupakan salah satu pemain yang masih dipertahankan Pelatih Ibnu Grahan untuk mengikuti seleksi. Ibnu yang sebelumnya sempat menentukan tinggal membutuhkan dua triker asing segera mengubah keputusannya, begitu mengetahui penampilan Chena ternyata berada di atas rata-rata.


PENGERTIAN DASAR-DASAR PENYULUHAN PERTANIAN

Definisi

Penyuluhan Pertanian adalah pemberdayaan petani dan keluarganya beserta masyarakat pelaku agribisnis melalui kegiatan pendidikan non formal di bidang pertanian agar mereka mampu menolong dirinya sendiri baik di bidang ekonomi, social maupun politik sehingga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka dapat dicapai.Penyuluhan Pertanian adalah Sistem Pemberda-yaan Petani dan Keluarganya Melalui Kegiatan Pembelajaran yang Bertujuan agar Para Petani dan Keluarganya Mampu secara Mandiri Mengorganisasikan Dirinya dan Masyarakatnya untuk Bisa Hidup Lebih Sejahtera. Petani harus diajak belajar bagaimana memelihara dan memanfaatkan sumberdaya yang ada dilingkungannya untuk kesejahteraannya yang lebih baik secara berkelanjutan

Penyuluh pertanian yang akan diterima petani
  • layak untuk dipercaya,
  • tahu persis situasi petani sehingga dapat menunjukkan permasalahan yang dihadapi sekaligus menunjukkan alternatif pemecahannya,
  • selalu ada jika dibutuhkan, dalam arti penyuluh pasti punya waktu untuk sasaran
  • penyuluh tidak sering ganti
Kemampuan yang harus dimiliki Penyuluh Pertanian
  • Kemampuan berkomunikasi
  • Sikap penyuluh: menghayati profesinya, menyukai masyarakat sasaran, yakin bahwa inovasi yang disampaikan telah teruji
  • Kemampuan penyuluh tentang: isi, fungsi, manfaat dan nilai-nilai yang terkandung dalam inovasi; segala sesuatu yang masyarakat suka atau tidak suka
  • Kemampuan untuk mengetahui karakteristik sosial budaya wilayah dan sasarannya (bahasa, agama, kebiasaan, dll.)
Peran Penyuluh Pertanian
  • Sebagai fasilitator: orang yang memberikan fasilitas atau kemudahan
  • Sebagai mediator: orang yang menghubungkan lembaga pemerintah / lembaga penyuluhan dengan sasaran
  • Sebagai dinamisator: orang yang dapat menimbulkan (menjadikan) dinamis
SASARAN PENYULUHAN
  • Seseorang yang berperan sebagai partner penyuluh pertanian
  • Bukan sebagai obyek penyuluhan
  • Orientasi penyuluhan
Fungsi
  • Memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada petani tentang pengetahuan dan perkembngan pertanian
  • Membantu petani memperoleh pengetahuan yang lebih terperinci tentang cara memecahkan masalah-masalah pertanian
  • Meningkatkan motivasi petani untuk dapat menerapkan pilihan yng dianggap paling tepat
  • Membantu petani menganalisis situasi yang sedang dihadapi dan melakukan perkiraan kedepan
Tujuan

Agar pertnaian di Indonesia dapat berkembang serta dapat memajukan perekonomian dan kesejahteraan rakyat. Selain itu dapat menambah pengetahuan serta perubahan sikap yang lebih baik yang akan diambil petani untuk kedepannya.